Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Monday, May 30, 2016

Psikotes Karyawan

Peningkatan kompetensi sumber daya manusia adalah suatu hal yang tidak bisa dilepaskan dari fungsi dan tugas sebuah organisasi. Semakin disadari bahwa sumber daya manusia mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan suatu organisasi. Semakin berkualitas SDM yang dimiliki maka semakin berkembang sebuah organisasi. Untuk mendapatkan kualitas sumber daya manusia yang baik maka perlu dilakukan placement (penempatan) sesuai dengan karakteristik dan kompetensi karyawan.

Psikotes merupakan salah satu cara yang dapat membantu organisasi mendapatkan gambaran secara obyektif dan akurat tentang kemampuan kognitif, emosi dan kepribadian para karyawan.

TUJUAN
Adapun tujuan dilaksanakan psikotes karyawan bagi organisasi atau perusahaan adalah :
1. Mendapatkan profile lengkap melalui psikotes secara tertulis dan wawancara kepada karyawan
2. Tujuan jangka panjang setelah psikotes karyawan, data yang diperoleh dapat digunakan untuk berbagai macam kebutuhan pengembangan Sumber Daya Manusia seperti rotasi, mutasi dan promosi jabatan maupun talent pool dalam rangka kaderisasi perusahaan.

MANFAAT
1. Memahami karakteristik kepribadian karyawan
2. Mengetahui potensi karyawan
3. Menempatkan karyawan sesuai dengan posisi yang dibutuhkan organisasi atau perusahaan
4. Proses seleksi karyawan lebih efektif dan efisien
5. Mengetahui dinamika kepribadian karyawan

ASPEK YANG DIUNGKAP
1. Aspek Kecerdasan dan Kemampuan Umum
2. Aspek Kemampuan dan Gaya Kerja
3. Aspek Kepribadian

Hasil dari psikotes ini yang nantinya akan digunakan bahan pertimbangan untuk menyaring calon karyawan. Hasil psikotes juga bisa digunakan sebagai bahan pertimbangan ketika akan dilakukan mutasi ataupun promosi jabatan di organisasi atau perusahaan. Hasil psikotes juga dapat digunakan oleh bagian HRD untuk bahan pertimbangan dalam memposisikan karyawan sesuai dengan potensi karyawan dan kebutuhan perusahaan.

Bagi perusahaan atau organisasi yang ingin melakukan tes psikologi terhadap karyawannya, lembaga kami menyediakan berbagai macam layanan psikologi seperti :
1. Seleksi Karyawan Baru untuk Level
    - Staff
    - Supervisor
    - Manager
2. Psikotes Promosi Jabatan atau Mutasi untuk Level
    - Staff
    - Supervisor
    - Manager
3. Assessment
4. Potential Review
5. Konseling Karyawan



Head Office:
Jl. Tenggilis Mejoyo Utara III Blok B-6 Surabaya
Tlp.            : (031) 841 8210
Email          : laschacitta_pratama@yahoo.co.id
Blog           : www.laschacittapratama.blogspot.com
Facebook   : Lascha Citta Pratama

Monday, May 23, 2016

Pengenalan Diri dan Potensi Melalui Bakat Minat

Pendidikan merupakan salah satu bagian penting dari kehidupan. Memberikan pendidikan yang berkualitas sama halnya dengan mempersiapkan anak menjadi menjadi sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan dunia. Penting untuk mengetahui bakat minat anak agar anak lebih termotivasi dan nyaman belajar jika sejalan antara apa yang ia pelajari dengan bakat minat yang dimiliki.

Kesesuaian antara bakat dan minat akan bepengaruh pada hasil yang akan didapatkan. jika seorang anak memiliki bakat pada suatu hal, namun tidak memiliki minat pada hal tersebut, maka hasil yang akan didapatkan tidak akan maksimal. Jika seorang anak memiliki minat pada suatu hal namun tidak didukung dengan bakat yang ia miliki, dia bisa saja berhasil mencapai tujuannya, tetapi perlu usaha yang lebih dan awaktu yang lebih lama dibandingkan dengan orang yang memiliki bakat alami. Berbeda halnya jika seorang anak memiliki minat pada suatu hal dan didukung dengan bakat yang ia miliki, maka hasil yang ia dapatkan akan lebih maksimal.

Untuk mengetahui bakat minat seseorang bisa dilakukan dengan cara konseling maupun psikotes bakat minat. Namun pada artikel kali ini yang akan dibahas lebih lanjut adalah psikotes bakat minat.

TUJUAN TES BAKAT MINAT
1. Agar tahu kondisi psikologis seseorang meliputi taraf kecerdasan dan kemampuan umum, bakat minat dan kepribadian
2. Mendapatkan pemetaan potensi yang akurat sehingga dapat dikembangkan ke arah pencapaian prestasi
3. Mempermudah dalam pemilihan jurusan pendidikan


ASPEK YANG DIUNGKAP
1. Aspek Kecerdasan
2. Bakat & Sifat yang Menonjol
3. Kecerdasan Emosional
4. Minat
5. Tipe Adversity Quotient (Tipe AQ)
6. Gaya Belajar
7. Kepribadian


MANFAAT
- Bagi anak : dapat mengetahui seberapa jauh tingkat kemampuan, kecerdasan, bakat minat serta hal-hal yang ada kaitannya dengan potensi dirinya, sehingga akan membantu dalam menentukan berbagai keputusan kelanjutan studi
- Bagi Orang Tua : mengetahui bakat minat anak dan membantu mengarahkan anaknya terutama untuk perkembangan prestasi belajar dan mengembangkan bakat anak

Setelah mengetahui tujuan dan manfaat dari psikotes bakat minat yang telah kami jabarkan, mari kenali diri kalian dengan mengikuti tes bakat minat di lembaga kami. Semakin kalian mengenali diri kalian sendiri, maka akan semakin mudah untuk mecapai kesuksesan yanag kalian inginkan.



Head Office :
Jl. Tenggilis Mejoyo Utara III Blok B-6 Surabaya
Telp.                : (031) 841 8210
Email               : laschacitta_pratama@yahoo.com
Blog                : www.laschacittapratama.blogspot.com
Facebook       : Lascha Citta Pratama
Instagram        : laschacitta_pratama

Friday, May 23, 2014

Tes Bakat Minat untuk Mengetahui Kemampuan Unik Anak


Pada dasarnya setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda, ada yang pandai di bidang bahasa, tapi kurang baik dalam bidang matematika. Ada pula yang mampu di bidang musik dan kesenian, tetapi kurang mampu dalam bidang teknik. Kemampuan yang berbeda-beda ini kurang mampu dijelaskan oleh konsep IQ. Karena bisa saja individu memiliki IQ yang sama (misal 100) tetapi individu yang satu ternyata lebih mampu dalam hal ilmu pasti (kimia, fisika, matematika). Sedangkan individu yang lain mampu dalam pelajaran ilmu sosial (sejarah, IPS). Hal inilah yang kemudian mengembangkan konsep bakat.

Pengertian bakat
Bakat merupakan kualitas yang dimiliki individu menunjukkan perbedaan tingkatan individu yang satu dengan yang lain dalam suatu bidang tertentu. Bakat juga merupakan kemampuan individu untuk mengembangkan kecakapan-kecakapan tertentu melalui latihan-latihan. Misalnya ada individu yang berbakat di bidang musik, seni bahasa dan matematika. Lebih jauh Lamkke (1979) menjelaskan bahwa bakat adalah kemampuan menonjjol atauu unggul dari individu yang menjadikan individu tersebut memiliki prestasi menonjol sesuai dengan bakat yang dimilikinya. Bakat dapat dilihat dengan indikatornya berupa prestasi yang nampak dari berbagai bidang seperti musik, ketangkasan fisik, sastra, dan teknologi.

Klein (1984) menjabarkan konsep bakat sebagai kemampuan potensial seseorang yang dapat berkembang menjadi kenyataan, Bennet (1981) mengemukakan bakat adalah kondisi atau rangkaian karakteristik yang dipandang sebagai gejala kemampuan yang bersifat khusus (special abillity atau special capacity) dari individu untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan atau serangkaian respon melalui latihan-latihan.

Dari uraian beberapa ahli diatas dapat disimpulkan bahwa bakat merupakan kemampuan-kemampuan khusus individu yang merupakan potensi dan dapat berubah menjadi prestasi melalui latihan-latihan yang dilakukannya. Individu dianggap berbakat dalam suatu bidang karena prestasiya yang menonjol, merupakan hasil interaksi dari faktor bawaan dan belajar.

Dalam bidang industri, bakat seseorang perlu diketahui untuk menentukan apakah ia tepat menduduki jabatan tertentu. Perusahaan atau lembaga akan meminta bantuan Psikolog dalam menseleksi ataupun menempatkan karyawannya. Perusahaan akan memberikan persyaratan yang dituntut oleh suatu pekerjaan, dan Psikolog bertugas untuk mencocokkan bakat yang dimiliki seseorang dengan persyaratan pekerjaan tersebut. Baik dalam bidang pendidikan maupun dalam bidang industri. Psikolog melakukan prediksi terhadap kemungkinan sukses atau gagal individu dalam bidang tertentu di masa yang akan datang dengan melihat bakat yang dimilikinya.

Selain melakukan prediksi, kadang bakat  perlu diketahui berkaitan dengan permasalahan yang dihadapinya sekarang. Dengan mengetahui potensi yang dimilikinya, individu dapat diberikan treatment yang sesuai dengan potensinya. Misal, seorang anak yang berprestasi belajar buruk, dengan mengetahui bakat yang dimiliki anak tersebut dapat diberi latihan sesuai dengan kebutuhannya. Hal ini disebut sebagai diagnosis. Diagnosis diperlukan ketika individu memiliki permasalahan, sehingga diperlukan pengetahuan tentang potensi yang dimilikinya agar dapat diberikan treatment yang sesuai.

Kontak Kami :
Jl. Tenggiilis Mejoyo Utara III Blok B-6,Surabaya

Telp: 031-8418210 / 777 050 95

Email: laschacitta_pratama@yahoo.co.id,

Facebook ( Lascha Citta Pratama )